MENU

Friday, November 17, 2017

Launching New Brand Ambassador dan Wardah Shampoo

Seingat saya, sudan lama sekali tidak update di blog ini tengan kegiatan-kegiatan yang saya jalani, solana lagi enjoy banget cerita soal program kehamilan.

Jadi ceritanya, kemarin malam di ballrom hotel Pullman saya hadir diacara Beauty & Beyond launching Wardah Shampoo sekaligus Brand Ambassadornya ya itu Mesty Ariotedjo. Untuk yang pertama saya akan bercerita tentang profile Brand Ambassador Wardah yang baru ini, dia adalah sosok yang pasti menginspirasi khususnya untuk kita sebagai seorang wanita. Mesty adalah seorang dokter muda, pemain harva dan juga banyak bergerak di bidang sosial salah satunya adalah founder wecare.id 

Kalau dilihat dari profilenya Mesty memang cocok sekali dengan Wardah, dimana Wardah juga mempunyai tagline "inspiring beauty" jadi saya sendiri melihatnya seperti ada Chemistry antara Wardah dan Mesty. Semoga dengan Brand Ambassador yang baru ini, menambah anggota keluarga baru untuk Wardah Family akan menambah juga kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat untuk kemanusiaan yang pada sekarang ini manusia makin tidak peduli dengan sesama.

Selain perkenalan Brand Ambassador, Wardah Shampoo juga diperkenal ke tamu undangan dan media, kami masing-masing mendapatkan 1 variant wardah shampoo. Melalui produk shampoo ini Wardah ingin perempuan Indonesia mendapatkan rambut yang indah dan tetap sehat jadi rambut fit luar dan dalam, terutama untuk wanita berhijab yang kadang butuh perhatian ekstra untuk perawatan rambutnya. Paduan bahan-bahan alami aktif akan membantu mengatasi masalah rambut, juga ada Scentlock Fragrance yang mengunci kesegaran dan harumnya lebih lama (serius wanginya bisa tahan 2 hari loooh..) ada 4 variannya : anti dandruff, hairfall treatment, Daily Fresh, Nutri Shine.









Monday, October 30, 2017

Alhamdulillah Bisa FET (Frozen Embrio Transfer)

Assalamu'alaikum ..

Alhamdulillah bisa update lagi perjalanan IVF saya. Sudah banyak yang tanya kelanjutannya seperti apa ?? maaf ya belum sempat update lagi dari vlog dan blog terakhir soal "Cerita TTCku" karena memang prosesnya yang panjang banget jadi bingung sendiri mau mulai cerita dari mana ya..

Jadi, setelah tahun lalu tanggal 01 Mei 2016 alhamdulillah berhasil melaksanakan proses OPU (Ovum Pickup) atau pengambilan sel telur, saya hanya mendapat 3 telur saja.. karena kualitas AMH saya yang kurang jadi hanya bisa menghasilkan 3 telur yang berhasil diambil. Pada hari itu juga berbarengan dengan pengambilan sperma suami, untuk bisa segera disatukan dilab Morula. Jadi, kalau ada yang tanya "amankah IVF itu?" .. aman inshaAllah karena memang yang diambil dan disatukan adalah dari pasangan sendiri atau pasangan yang halal menurut negara dan agama.. Sebenarnya prosesnya sudah ada di vlog saya, buat yang belum tahu bisa cek di link ini ya : AFTER OPU (Ovum Pickup)

Nah, intinya setelah proses OPU terus hari ke-5 kita masih nunggu kabar lagi dan kami berdua juga banyak pertanyaan :
"apakah berkembang telurnya menjadi embrio?"
"kualitasnya apa?"
"apakah ke3nya berkembang dan bertahan?"
banyak deh pertanyaan dalam hati ini ya, cemas pastinya .. kalau ada yang bilang rasanya kaya mau ambil raport itu "bener banget" 
Sore itu kami dikabari kalau yang bertahan hingga hari ke-5 adalah cuma 1 embrio saja dengan kualitas moderate.. "Alhamdulillah" makanya setelah itu dokter memutuskan untuk di Freeze embrionya sampai menunggu rahim saya sehat...  mungkin kalau ada yang tanya "Memang kenapa sih rahimnya??" nanti kapan-kapan aku bakalan update lagi yaa soal rahimku.. (soalnya perlu konsentrasi berat buat yang satu ini hehehe...)

Setahun kemudian, ....

Tepatnya awal bulan Agustus 2017, saya cek untuk bisa memulai kembali proses IVF. Saat itu dokter Ivan menanyakan "kapan kamu ready?? karena saya sudah happy dengan kondisi rahim kamu" dan kami memutuskan untuk bisa memulainya dibulan September 2017.

07 September 2017 (Kamis)
Proses cek dimulai di hari-11 menstruasi, biasanya dihitung awal kita haid. USG ini dilakukan untuk melihat ketebalan dinding rahim untuk siap menerima embrio, alhamdulillah waktu itu hasilnya bagus menurut dokter Nando, yaaa.. karena waktu itu dokter Ivan mendadak cuti karena ada hal yang penting. Tetapi ada hasil yang kurang baik adalah HB saya turun, jadi dokter Nando menyarankan untuk infus zat besi Meltofer supaya persiapan FET bisa lebih baik lagi. OK siap.

13 September 2017 (Rabu)
Hari ini berangkat pagi-pagi tanpa makeup (emang gak boleh makeup yaa dan pakai parfum) ke Morula untuk proses FET. Nah, prosesnya kaya apa sih ???
  1. Kita datang sesuai jadwal yang sudah di atur oleh pihak Morula, usahakan datang 1 jam sebelumnya ya untuk persiapan supaya gak gugup-gugup amat gitu deh.
  2. Jangan pakai bahan kimia apa pun, maksudnya disini jangan pakai makeup, parfum atau pewangi pakaian karena dilarang banget, gak baik buat embrio.
  3. Bawa air mineral yang banyak, karena proses FET itu membutuhkan penuhnya kandung kemih kita, jadi wajib banget minum yang banyak.. btw, tapi saranku mulai minumnya yang banyak itu kalau sudah masuk ruang tindakan yaaa, kalau masih diluar ruangan belum ganti baju lebih baik minumnya sewajarnya saja, karena kalau dokternya masih lama datangnya dan kamu sudah kebelet pipis.. alamakkk sakit banget deh..
  4. Bawa semua dokumen-dokumen tes dan hasil selama proses cek IVF kemarin, kalau saya sendiri pake 1 file gitu.
  5. Sarapan jangan lupa ya.
  6. Banyak berdoa
Jadi, sebelum dilakukan tindakan.. kita harus minum yang banyak sampai ngerasa kebelet banget mau pipis. Saya sendiri pas sudah diruang tindakan baru digempur deh minumnya supaya gak terlalu lama nunggu dokternya datang. Ketika sudah engga bisa lagi jalan atau pun bangun karena sudah sakit banget mau pipis, baru deh dokternya datang dan langsung tindakan.. Kandung kemih itu sengaja dibuat penuh supaya pas USG dari perut bisa lebih jelas kelihatan posisi rahimnya.. Saat proses transfer akan berlangsung dokter Ivan selalu memastikan data-data kami terlebih dahulu seperti nama lengkap, suami dllnya.. agar menghindari hal-hal yang tidak di inginkan ya.. itu makanya kita juga musti melihat kualitas klinik IVF yang kita pilih agar terpercaya.


Selanjutnya saat proses itu berlangsung rasanya haru banget.. sulit di ungkapkan dengan kata-kata.. yang sudah pernah merasakan IVF pasti ngerti.. dan alhamdulillah wa syukurillah Allah SWT kasih kesempatan juga buat kami untuk bisa ada di posisi tersebut, setidaknya kami bisa melihat calon anak kami masuk ke dalam rahim saya. "Alhamdulillah.. Alhamdulillah.." ketika proses itu selesai saya cuma bisa bilang "Dok, terima kasih banyak atas bantuannya selama ini..." dan dokter Ivan pun menjawab "Bismillah ya Lu .. semoga berhasil"...

Setelah tindakan, saya tidak diperbolehkan bangun dulu selama 30 menit, jadilah ya kira-kira 1 jam kali ya menahan pipis, setelah itu sambil nunggu suami urus administrasi, suster menanyakan obat apa saja yang masih ada dan musti dikonsumi. Nah, setelah 30 menit saya boleh pipis tapi menggunakan pispot supaya tidak bangun dulu. Kira-kira sudah 1 jam berbaring diperbolehkan pulang dan saya menggunakan kursi roda.


Foto sebelum tindakan FET, masih dikamar tunggu .. tindakan FET ini suami boleh masuk menemani sampai proses selesai

Biasanya setelah proses FET ada yang menyebut 2WW (2 Weeks Wait) 2 minggu masa penantian. Ini adalah kuasa Allah SWT semua hanya kembali padaNYA. Jadi banyak juga yang setelah FET tidak ada proses bedrest, banyak yang beraktifitas seperti biasa.. cuma buat saya yang ringkih baiknya memang menjaga saja, karena menurut kami Allah sudah memberikan kesempatan kami untuk sampai ke tahap ini patut kami syukuri. Jadi, saya memutuskan untuk istirahat dirumah sama proses 2WW, bahkan untuk turun dari kasur aja itu hanya ketika Mandi, Wudhu dan buang air, selebihnya semua dilakukan di atas kasur.. Moment ini juga saya manfaatkan untuk bisa lebih dekat dengan Allah, banyak berdoa, ibadah dan makan-makanan yang sehat.

Proses 2WW saya tidak terlalu begitu terasa, rasanya menyenangkan saja.. sesekali saya ajak bicara perut saya (rasanya sudah ada calon bayi didalamnya..) Mama juga setiap hari menemani dikala suami pergi kerja, bahkan sesekali Mama mengelus-ngelus perut saya sambil berdoa.. Kadang seperti bergantian menemani, kali ini kedatangan sahabat-sahabat saya.. juga adik saya dan keponakan.. jadi tidak begitu terasa menjenuhkan.. menikmati moment seperti ini adalah karunia dari Allah SWT.

Nadiah & Dian Marina yang menemani selama proses 2WW hingga selesai proses IVF


24 September 2017 (Minggu)
Pagi 06:00 menuju Morula...
Setelah 11 hari saatnya cek Beta-HCG, pengambilan darah ini biasa dilakukan untuk mengetahui apakah proses transfer embrio kemarin berhasil atau tidak atau apakah ada tanda-tanda kehamilan atau tidak dan biasanya hasilnya akan dikabari 5 jam melalui SMS atau Whatsapp oleh Suster di Morula.

15:00 WIB
Menunggu hasilnya bikin kita cemas banget, takut, gugup.. tapi cuma bisa berdoa-berdoa dan berdoa. Tepat sekitar jam 3 sore saya mendapat kabar lewat Whatsapp kalau hasilnya adalah <1 = Belum Berhasil... sedih banget ya.. dan rasanya itu kaya jatuh, patah hati, hancur.. tapi musti bangkit... ya kami berdua kaya percaya gak percaya sih, cuma gimana yaa sedih banget pasti.. ternyata kami masih harus bersabar .. kami masih harus ikhtiar lagi.. kami harus yakin Allah pasti kasih yang terbaik.. inshaAllah.. (saat itu cuma bisa nangis dan saling menguatkan satu sama lain..). Bukan hanya kami yang menanti kabar ini, keluarga dan sahabat kami pun juga menanti kabar ini, begitu mereka tahu karena ternyata belum berhasil, sahabat kami Dian Marina dan Bang Rony, Nadiah dan Ka Edo langsung meluncur kerumah kami.. rasanya terharu mereka hadir disaat kami sedih luar biasa.. Di hari berikutnya pun Dian Pelangi datang main kerumah.



Beberapa hari berikutnya 26 September 2017 Dian Pelangi datang kerumah...
27 September 2017
Setelah dinyatakan tidak berhasil hamil, saya haid seperti biasa.. tapi ternyata haidnya lebih sakit luar biasa dari sakit biasanya (yaaa karena saya kalau sudah datang bulan sakit banget..) dan ini 2x lipat sakitnya. Sampai akhirnya dirawat di RSIA selama 3 hari. Menurut teman-teman yang sudah pernah IVF dan tidak berhasil memang banyak yang bilang, kalau datang bulan setelah FET itu akan lebih sakit dari biasanya.

Saat dirawat di RSIA dijengukin Wita dan Ashfi


Saya punya perasaan yang saya dapat ketika menjelang detik-detik mendapat kabar soal hasil FET. Tepatnya saat selesai sholat Dzuhur, tiba-tiba saat berdoa saya merasa "kalau Allah lagi sayang banget sama saya, Allah lagi kepingin saya kaya gini terus... meminta-minta kepadaNYA, memohon kepadaNYA... dan tiba-tiba rasanya saya seperti dipeluk sama orang yang kangen banget dengan saya..." Saat itu juga saya merasa "Allah engga mau saya menjauh lagi... Allah lagi demen banget saya seperti ini.."

Jadi intinya, semua kembali lagi kepada Allah SWT, sebagai hambaNYA kita hanya tetap berusaha, ikhtiar dan berdoa. Semoga Allah SWT suatu saat mengabulkan doa dan harapan kami. Kami berdua tetap semangat inshaAllah.



To our little embryos, the ones that failed to implant after our IVF transfer

For you—and for all you gave me in our short time together—I am grateful.
I am grateful for the sense of purpose you gave me.
I am grateful because you made me feel like something bigger than myself (and I’m not just talking about all the bloating from the hormones and IVF medications). You made me feel responsible for protecting you. You made my body feel like a gift instead of a curse. You made me aware of the fragility of life, and you taught me how to cherish it.
You made me feel like I was worth something, like I was something.
I am grateful for the 11 days of “pregnancy” you gave me.
I am grateful because in that short span of time we spent together before my negative blood test, I got to feel like any other pregnant woman, even if I was never technically pregnant at all. I got to make decisions based on what was best for you.  I got to avoid hot baths and heating pads, even when I was cramping.
I am grateful for the memories you gave me.
I am grateful because even though I feel an emptiness now, I remember the fullness I felt when we were together. I remember how it felt when you filled me with love and optimism, with promise and possibility. I remember how it felt when you filled me with life.
I remember how it felt to carry you in my body and in my heart. I remember you. And I always will.
And for that, little embryos, I am grateful.
So even though we’ve parted ways, even though our destinies were not meant to intertwine, even though I am sitting here at my computer typing you this letter through tears of grief, I am grateful.

credit from : Samantha Wassel

Thursday, October 19, 2017

An Open Letter To The TTC Sisterhood

Halo teman-teman semua..

Beberapa waktu lalu saya sempat menemukan sebuah quotes bagus yang saya simpan untuk saya posting diwaktu yang tepat (kebiasaan deh suka nunggu moment yang pas..) dan pada akhirnya saya jadi mampir kesebuah website yang terdapat banyak artikel tentang infertility. Saya banyak menemukan kata-kata penyemangat, tulisan curhatan yang pas bacanya itu "gwe banget.." cuma saya engga mau menyimpannya sendiri, saya ingin berbagi ke teman-teman semua mungkin yang sedang merasakan, pernah merasakan, atau temannya, adiknya, kakaknya merasakan, boleh share tulisan ini. Semoga bermanfaat.



If you’re reading this because it’s addressed to you, I’m sorry.

I’m sorry that even though you make it your mission to stay positive and grateful, you wake up every day with an ache in your heart that never seems to go away.

I’m sorry that people can be so unrelenting and naïve about your struggle with infertility.
“When are you having kids?”
“You just need to relax, and it’ll happen!”
“Have you tried tracking your cycle?”
“You should really just adopt.”
“Maybe your body is trying to tell you something.”

I’m sorry that when people are so unrelenting and naïve, you have to calm the lump in your throat before it turns into sobs, the anger in your heart before it turns into rage, and answer with dignity and grace when it feels like all you can muster is something far less becoming.

I’m sorry that you have to walk by that unfinished “guest room” every day and be reminded it was supposed to be a nursery a long time ago.

I’m sorry your relationship has been tested to the limits by everything you’ve had to endure together.

I’m sorry opening every baby shower invitation brings tears to your eyes when it should bring happiness to your heart.

I’m sorry you’ve been unable to make your parents grandparents when you know they’d be the best grandparents ever. I’m sorry you feel guilty because of it.

I’m sorry you have to watch the world go on around you when it feels like your whole world is falling apart.

I’m sorry that the emotional burden is not the only one you carry.

I’m sorry you have to put yourself into debt just to create the family you’ve always dreamed you’d have.

I’m sorry a diaper commercial can make you cry because you’ve held it together just long enough to get through the day without anyone knowing the sadness you carry.

I’m sorry you feel like your body has failed you.

I’m sorry you feel like you’re in this struggle alone.

But you’re not. I’m here with you.

The truth is, you don’t need me to tell you all the reasons why I’m sorry to be a part of this TTC sisterhood — you live it every day. You carry the same heartache and torment that I do. Right now, maybe what you need are all the reasons why I’m not sorry.

I’m not sorry you have learned to love yourself for your strength and courage. This journey is not easy, but you still get up every morning and find your inner strength even when it feels like there is none left.

I’m not sorry you have learned to be vulnerable with those whom you love. Sharing a private struggle like infertility can be terrifying, but vulnerability is not a weakness; it is heroic.

I’m not sorry this struggle will make you an even better mom someday. You have learned patience and compassion and gained a gentleness that can only be created through a heartache like this one.

I’m not sorry that your pain has helped you to find a voice to help others when they feel alone.

I’m not sorry that you’ve found the real meaning of friendship by learning to let some relationships go while growing others that are more fulfilling.

I’m not sorry you have learned how to really be there for your partner when they need you. I’m not sorry you’ve learned to let this heartache bring you closer instead of letting it tear you apart.

I’m not sorry you have had to learn how to put yourself first, placing your own needs before the needs of others.

I’m not sorry you have had to learn how to put all of your faith into something that carries no certainty, no guarantees but have learned to appreciate that there’s always a chance — always.

I’m not sorry that your infertility struggle has forced you to be grateful for all you do have in this life, and I’m not sorry that it’s taught you to appreciate the small things.

I’m not sorry that we’re all in this together.

Hundreds or even thousands of miles apart, we are all living the same story. So even if it’s just for today or even just in this moment, try not to be sorry you are a part of our sisterhood. We are some of the strongest women I know, and we’re all in this together.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...